Assalamualaikum.wr.wb
Selamat membaca dan semoga bermanfaat
ANIMASI 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI
A.Istilah Animasi 2D
Ada 3 istilah yg berkaitan dengan
animasi 2D, yaitu :
1. Planned Animation
2. Limited Animation
3. Cycle Animation
1. Planned animation
Planned animation adalah Sebuah
sistem yg menggunakan gambar animasi yg sama pada adegan berbeda
• Misalnya
gerakan melompat pd film seri ke 25 dipakai lagi pada seri ke 26
2. limited animation
limited animation adalah Sistem animasi yang membagi-bagi gambar sebuah
karakter sesuai kebutuhan dalam sebuah adegan
•
Misalnya hanya mengganti gerakan bibir dalam
dialog tanpa mengubah posisi tubuh lainnya
3. cycle animation
Cycle animation adalah Sistem menggunakan seluloid panjang/12 inchi
untuk menggambarkan gerakan animasi yang berulang-ulang.
•
Misalnya digunakan untuk gerakan kamera secara panning,
biasanya untuk gerakan latar belakang/background
Animasi 2D Komputer adalah seni membuat gambar bergerak dengan menggunakan komputer
• Animasi 2D
berkembang menjadi animasi komputer menggunakan software: adobe image ready, macromedia
flash, animator pro, adobe
flash cs, dll.
• Dalam
perkembangannya bukan hanya 2D tetapi animasi komputer cenderung ke 3D
• Untuk
membuat ilusi gerakan, gambar ditampilkan pada layar komputer dan diganti
secara terus menerus dengan gambar baru yang mirip dengan gambar sebelumnya,
dengan sedikit perbedaan
• Pergantian
yang terus menerus ini mempunyai kecepatan 24 – 30 frame per detik
• Animasi
komputer menjadi pengganti dari animasi stop motion 3D dan animasi
frame-by-frame 2D
Teknik
Animasi Komputer 2D
A.Beberapa teknik dalam animasi komputer 2D, ada 4
yaitu :
1.Tweening/Inbetweening
2. Morphing
3. Onion Skinning
4. Rotoscoping
Tweening atau inbetweening merupakan proses pembuatan frame secara
otomatis antara dua gambar yang berbeda untuk memberikan tampilan bahwa gambar
pertama akan berubah menjadi gambar kedua. Perubahan ini dapat berupa perubahan
bentuk atau perubahan koordinat. Penggunaan tweening sangat berguna bagi
animator terutama dalam hal kecepatan membuat animasi.
2. Morphing
Morphing merupakan efek khusus dalam animasi yang berguna untuk mengubah
(morph) satu gambar menjadi gambar lain dengan perubahan yang halus. Efek ini
sering digunakan untik menggambarkan perubahan wajah seseorang menjadi wajah
orang yang sama sekali lain.
3. Onion Skinning
Onion skinning merupakan teknik yang digunakan untuk membuat animasi
kartun dan pengeditan video untuk melihat beberapa frame pada satu waktu.
Dengan cara ini animator atau editor dapat membuat keputusan mengenai bagaimana
membuat atau mengubah gambar berdasarkan gambar sebelumnya dalam urutan.
4. Rotoscoping
Rotoscoping dalah teknik animasi dengan animator yang menjiplak gerakan
film manusia (bukan animasi) secara frame by frame untuk digunakan pada film
animasi. Pada mulanya, gambar film manusia diproyeksikan kepanel kaca dan di
gambar ulang oleh animator. Peralatan proyeksi ini disebut dengan rotoscope.
Saat ini, perangkat proyeksi tersebut sudah di gantikan dengan komputer.
B.Proses
Animasi 3D
- Animasi 3D membutuhkan proses yang relatif lebih sederhana dibandingkan 2D, karena semua proses bisa dilakukan dalam 1 perangkat lunak komputer
- Proses animasi 3D dibagi dalam 4 tahap
1. Pembuatan model
2. Penganimasian
3. Pembuatan Tekstur
4. Rendering
1. Pembuatan Model
- Tahap pembuatan obyek-obyek yg akan dibutuhkan pada proses animasi berikutnya
2. Penganimasian
- Proses menggerakan karakter dalam animasi komputer tidak membutuhkan animator untuk membuat gerakan antara (inbetween) seperti dalam animasi tradisonal
- Animator hanya menentukan kunci gerakan (keyframe) pd obyek yg akan digerakan
3. Pembuatan Tekstur
- Proses ini menentukan karateristik sebuah materi obyek dari segi tekstur permukaannya.
- Property yg bisa diaplikasikan pada obyek seperti reflectivity, traparency dan refraction
4. Rendering
- Merupakan proses pengkalkulasian akhir dari keseluruhan tahapan dalam pembuatan gamabr 3D menjadi sebuah output
- Cakupan rendering antara lain :
- Rendering gambar
- Rendering tampilan sementara (preview)
- Rendering animasi
- Output video
- Rendering wireframe
C.JENIS
ANIMASI (II) ,ada 5
yaitu :
- Character Animation
- Motion Graphic Animation
- Visualization
- Visual Effect
- Interactive Animation
1. Character
Animation
Character Animation merupakan
tipe animasi yang menggunakan tokoh-tokoh mirip manusia atau hewan sebagai
tokohnya.
- Misalnya pada film Jurassic Park yang menggunakan animasi untuk menampilkan dinosaurus.
2. Motion
Graphic Animation
Motion
Graphic Animation merupakan tipe animasi yang
menampilkan tulisan dan grafik
- Misalnya penggunaan running text dalam iklan, Animasi logo coorporate dan Company Profile, dll
3. Visualization
Visualization merupakan jenis animasi yang menampilkan suatu rancangan yang secara nyata
belum ada.
- Misalnya saat kita ingin menampilkan bagaimana caranya obat maag bekerja dalam lambung mengobati gejala maag.
4. Visual
Effect
Visual
Effect adalah efek-efek khusus yang tidak mungkin diciptakan oleh kamera pada saat
pengambilan gambar atau shooting.
- Misalnya, pembuatan efek-efek ledakan atau bangunan yang runtuh.
5. Interactive
Animation
- Interactive Animation terbagi menjadi 2 bagian :
- Interactive Multimedia
- Game
Interactive Animation
- Interactive Multimedia
Interactive Multimedia adalah Animasi ini digunakan pada Multimedia Interaktif
atau VCD/DVD.
Contohnya adalah VCD Tutorial yang terdapat pada
majalah komputer.
- Game
•
Game dibuat dengan proses yang lebih rumit yaitu
dengan menambahkan 2 elemen, Game Engine dan Gameplay Programming.
D. EFEK ANIMASI 2 DIMENSI
1.Timeline
Timeline berisi layer dan frame yang berfungsi untuk mengontrol objek yang akan dianimasikan.
1.Timeline
Timeline berisi layer dan frame yang berfungsi untuk mengontrol objek yang akan dianimasikan.
2.Layer
Layer adalah lembaran-lembaran film yang berisi gambar actor yang akan dianimasi.
Layer adalah bagian yang memungkinkan kita untuk memberikan nama atau identitas lain (Normal, Guide, Guided dan Mask) yang berguna untuk memberikan efek pada tampilan yang dibuat.
Layer adalah lembaran-lembaran film yang berisi gambar actor yang akan dianimasi.
Layer adalah bagian yang memungkinkan kita untuk memberikan nama atau identitas lain (Normal, Guide, Guided dan Mask) yang berguna untuk memberikan efek pada tampilan yang dibuat.
3.Frame
Frame adalah bagian dari layer, tempat meletakkan gambar.
Frame adalah bagian dari layer, tempat meletakkan gambar.
Frame digunakan utnuk menentukan jeda (tenggang) waktu
obyek untuk beranimasi.
4.Keyframe
Keyframe adalah kunci dari
berbagai frame dimana frame tersebut berisi gambar (gambar diam ataupun gambar
beranimasi), dan sebagai tempat untuk meletakkan action script (bahasa program
dari flash).
5.Blank keyframe
Blank keyframe artinya keyframe
yang belum berisi objek, atau keyframe yang masih kosong.
4
6.Animasi Tween
Animasi Flash MX dapat membuat dua jenis animasi tween, yaitu :
1. Animasi Motion Tween :
Animasi Motion Tween adalah Sebuah animasi yang dibuat dengan menentukan properti posisi, ukuran, dan rotasi sebuah objek pada suatu titik.
Animasi Flash MX dapat membuat dua jenis animasi tween, yaitu :
1. Animasi Motion Tween :
Animasi Motion Tween adalah Sebuah animasi yang dibuat dengan menentukan properti posisi, ukuran, dan rotasi sebuah objek pada suatu titik.
Animasi ini
juga dapat dibuat mengikuti sebuah alur (path) nonlinear.
2. Animasi Shapes Tween
Animasi Shapes Tween adalah Sebuah animasi yang dibuat dengan menggambar sebuah bentuk pada suatu titik.
2. Animasi Shapes Tween
Animasi Shapes Tween adalah Sebuah animasi yang dibuat dengan menggambar sebuah bentuk pada suatu titik.
Aplikasi ini akan menyisikan nilai-nilai atau
bentuk-bentuk pada frame-frame diantaranya untuk membuat animasi.
PROSES PEMBUATAN FILM ANIMASI
Secara umum ada 3 proses dalam membuat film animasi yaitu pra produksi, produksi, dan
pasca produksi
Proses Membuat Film 2D
- Ada dua proses pembuatan film animasi 2D :
- secara konvensional
- secara digital
1. Proses
Produksi Film 2D Konvensional
Tahapan Proses Produksi Film 2D secara Konvensional, ada 3 yaitu :
- Pra-produksi
- Produksi
- Pasca-produksi
Kelebihannya :
- Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan
- Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional
- Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya selesai.
- Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi kadang-kadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah filmnya selesai dibuat.
Teknik Secara Celluloid (konvensional)
- Teknik Celluloid (cell) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik.
- Setelah gambar menjadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement.
- Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam.
- Objek utama yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang statis.
- Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja.
- Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak.
a.
Pra-produksi
1) Ide Cerita,
2) Skenario/ Naskah
Cerita,
3) Concept Art/Design
Character
4) Storyboard,
5) Dubbing awal,
6) Musik dan sound FX
b. Produksi
1) Layout (Tata letak),
2) Keymotion (Gerakan kunci/ inti),
3) In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar
inti ke gambar inti yang lain)
4) Clean Up (Membersihkan gambar dengan menjiplak)
5) Background (Gambar latar belakang),
6) Celluloid (Ditransfer keatas plastik transparan)
7) Coloring (Mewarnai dengan tinta dan cat).
c. Pasca-produksi
1) Composite,
2) Camera Shooting (Gambar akan diambil
dengan kamera, dengan mengambil frame demi frame),
3) Editing,
4) Rendering,
5) Pemindahan film kedalam roll film.
2. Teknik Secara Digital Komputer
Tahapan Proses Produksi Film 2D secara Digital
- Pra-produksi
- Produksi
- Pasca-produksi
a.
Pra-produksi
1) Ide Cerita,
2) Skenario/ Naskah
Cerita,
3) Concept Art/Design
Character
4) Storyboard,
5) Dubbing awal,
6) Musik dan sound FX
b. Produksi
1) Lay out (Tata letak),
2) Key motion (Gerakan kunci/ inti),
3) In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar
inti ke gambar inti yang lain)
4) Background (Gambar latar belakang),
5) Scanning
6) Coloring (Mewarnai dengan tinta dan cat).
c. Pasca-produksi
1) Composite,
2) Editing,
3) Rendering,
4) Pemindahan film kedalam berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan
lainnya.
TAHAPAN PRODUKSI Serial Animasi DIDI TIKUS
- Ide Cerita
- Penulisan Sinopsis
- Penulisan Skenario
- Mempersiapkan Kebutuhan Shooting
- Mempersiapkan Kebutuhan Animasi
- Melakukan Shooting
- Editing
- Mengerjakan Animasi
- Render 3D
- Compositing dan Render Compositing
- Editing lagi -> Final Tuning, Pemasangan Musik dan eleman Audio
A. Animasi 2D/traditional animation
1 Pra produksi.
Pra Produksi adalah tahapan sebelum produksi. Disini semua hal
yang berkaitan dengan proses pembuatan karya animasi disiapkan. seperti membuat
team, membuat cerita, membuat naskah, membuat storyboard, exposure sheet,
membuat animatic, merekam suara, membuat desain tokoh, merancang warna mood,
dan seterusnya
2. Produksi
Produksi adalah tahapan dimulainya proses membuat karya
animasi. Pada tahap ini dibagi menjadi beberapa divisi.
1. KeyframeàBertugas
membuat gambar atau gerakan kunci
contoh
gambar keyframe dari buku the animators survival kit
2. Inbetweenàbertugas
meneruskan gambar dan gerakan yang sudah dibuat oleh keyframer.
contoh
gambar breakdown/inbetween dari buku the animators survival kit
3. Pencil testà gambar yang
masih kasar dan belum sempurna tadi akan dilihat dulu hasilnya, dengan cara di
scan dan kemudian di atur dengan software lalu ditayangkan/preview.
4. Cleanupàmembersihkan garis gambar sehingga rapi dan enak
dilihat.
Contoh
gambar yang sudah di clean up (pada bagian tangan)
5. Scanàmemindai
gambar kedalam komputer
Scaner yang
ada pag bar untuk menempatkan kertas animasi
6. Colorà mewarnai
gambar dengan menggunakan software
7. Finishingàmemperbaiki
timing animasi dan penyempurnaan. Misalnya menambahkan efek gambar, dll
8. RenderàProject yang
sudah selesai lantas di simpan dalam bentuk file movie
3. Pasca produksi
Pasca
Produksi adalah
bagian terakhir dari rangkaian proses pembuatan karya animasi.
Disini karya animasi tadi akan dipoles dan diedit
sehingga menjadi sebuah karya utuh yang enak dilihat.
1.
Compositing
Compositing adalah
proses penggabungan hasil render dari tahap produksi sebelumnya yang
membutuhkan keterampilan dalam video editing
misalnya penambahan transisi video misalnya durasi film beserta scene.
2. Color
Correcting
Color Correcting adalah
proses yang mengandung unsur berupa efek warna pada suatu gambar bergerak /
tetap sehingga menghidupkan bahkan menghasilkan aura yang dapat mengubah
panorama film sesuai mood .misalnya : Color Corrector, Color Channel, RGB
Settings, Hue/Saturation, dan lainnya.
4. Dubbing / Musik / Sound Effects
Dubbing adalah
proses penambahan suara pada film animasi. Ada yang terbiasa dengan merekam
atau menambahkan audio pada tahap Pra-Produksi, Produksi, bahkan Paska
Produksi. Hal ini bebas dilakukan jika film yang kita kerjakan adalah film
animasi.
3. Final
Output
Final Output adalah
Proses puncak dari keseluruhan produktivitas pembuatan film Animasi 2D maupun
3D. Final Output bisa dilakukan dengan proses exporting atau rendering.
B. Animasi 3D
Pada dasarnya proses pembuatan film animasi 3d ini
memiliki kesamaan proses dengan tahapan pembuatan animasi 2 dimensi, terutama
pada tahapan pra produksi dan pasca produksinya. yang membedakan lebih spesifik
adalah pada tahap produksi
1 Pra produksi.
Pra Produksi adalah tahapan sebelum produksi. Disini semua hal
yang berkaitan dengan proses pembuatan karya animasi disiapkan. seperti membuat
team, membuat cerita, membuat naskah, membuat storyboard, exposure sheet,
membuat animatic, merekam suara, membuat desain tokoh, merancang warna mood,
dan seterusnya
2. Produksi
1. Modelingà pembuatan
objek 3dimensi yang nantinya akan dianimasikan. baik itu karakter tokoh
atau objek properti lainnya
2. Riggingàmelakukan
seting terhadap objek 3D agar nantinya mudah dianimasikan. misalnya: memasang
tulang untuk karakater, membuat ekspresi wajah untuk karakter, membuat roda
mobil agar otomatis berputar sat digerakkan, dll
3. Shadingàmembrikan
kesan terhadap permukan objek. baik itu warna maupun tekstur dan juga
pencahayaan.
4. Layoutàmenata
objek-objek yang akan dianimasikan sesuai dengan naskah untuk tiap scene.
5. Animateàmenggerakkan
setiap objek
6. Simulation
& dinamicàmenambahkan gerakan yang memerlukan simulasi khusus.
misalnya kain, rambut, air, dll
7. Effectàmenambahkan
efek khusus yang diperlukan. misalnya efek kabut, efek cahaya, efek partikel,
dll
8. RenderàMenyimpan
hasil akhir project dalam bentuk file movie.
3. Pasca produksi
Pasca
Produksi adalah
bagian terakhir dari rangkaian proses pembuatan karya animasi.
Disini karya animasi tadi akan dipoles dan diedit
sehingga menjadi sebuah karya utuh yang enak dilihat.
Terima
kasih sudah mengunjungi blog kami