Minggu, 04 Februari 2018

Animasi 2 Dimensi dan 3 Dimensi serta Proses Pembuatan Film Animasi



Assalamualaikum.wr.wb
Selamat membaca dan semoga bermanfaat
  

ANIMASI 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI

A.Istilah Animasi 2D

 Ada 3 istilah yg berkaitan dengan animasi 2D, yaitu :
1.      Planned Animation
2.      Limited Animation
3.      Cycle Animation

1. Planned animation
Planned animation adalah Sebuah sistem yg menggunakan gambar animasi yg sama pada adegan berbeda 

       Misalnya gerakan melompat pd film seri ke 25 dipakai lagi pada seri ke 26

2. limited animation
limited animation adalah Sistem animasi yang membagi-bagi gambar sebuah karakter sesuai kebutuhan dalam sebuah adegan 

       Misalnya hanya mengganti gerakan bibir dalam dialog tanpa mengubah posisi tubuh lainnya

3. cycle animation
Cycle animation adalah Sistem menggunakan seluloid panjang/12 inchi untuk menggambarkan gerakan animasi yang berulang-ulang.

       Misalnya digunakan untuk gerakan kamera secara panning, biasanya untuk gerakan latar belakang/background

Animasi 2D Komputer adalah seni membuat gambar bergerak dengan menggunakan komputer 

       Animasi 2D berkembang menjadi animasi komputer menggunakan software: adobe image ready, macromedia flash, animator pro, adobe flash cs, dll.
       Dalam perkembangannya bukan hanya 2D tetapi animasi komputer cenderung ke 3D
       Untuk membuat ilusi gerakan, gambar ditampilkan pada layar komputer dan diganti secara terus menerus dengan gambar baru yang mirip dengan gambar sebelumnya, dengan sedikit perbedaan
       Pergantian yang terus menerus ini mempunyai kecepatan 24 – 30 frame per detik
       Animasi komputer menjadi pengganti dari animasi stop motion 3D dan animasi frame-by-frame 2D
Teknik Animasi Komputer 2D
A.Beberapa teknik dalam animasi komputer 2D, ada 4 yaitu :
1.Tweening/Inbetweening
2. Morphing
3. Onion Skinning
4. Rotoscoping 

                1.      Tweening/Inbetweening
Tweening atau inbetweening merupakan proses pembuatan frame secara otomatis antara dua gambar yang berbeda untuk memberikan tampilan bahwa gambar pertama akan berubah menjadi gambar kedua. Perubahan ini dapat berupa perubahan bentuk atau perubahan koordinat. Penggunaan tweening sangat berguna bagi animator terutama dalam hal kecepatan membuat animasi.

2.      Morphing
Morphing merupakan efek khusus dalam animasi yang berguna untuk mengubah (morph) satu gambar menjadi gambar lain dengan perubahan yang halus. Efek ini sering digunakan untik menggambarkan perubahan wajah seseorang menjadi wajah orang yang sama sekali lain. 

3.      Onion Skinning
Onion skinning merupakan teknik yang digunakan untuk membuat animasi kartun dan pengeditan video untuk melihat beberapa frame pada satu waktu. Dengan cara ini animator atau editor dapat membuat keputusan mengenai bagaimana membuat atau mengubah gambar berdasarkan gambar sebelumnya dalam urutan. 

4.      Rotoscoping
Rotoscoping dalah teknik animasi dengan animator yang menjiplak gerakan film manusia (bukan animasi) secara frame by frame untuk digunakan pada film animasi. Pada mulanya, gambar film manusia diproyeksikan kepanel kaca dan di gambar ulang oleh animator. Peralatan proyeksi ini disebut dengan rotoscope. Saat ini, perangkat proyeksi tersebut sudah di gantikan dengan komputer.

B.Proses Animasi 3D
  • Animasi 3D membutuhkan proses yang relatif lebih sederhana dibandingkan 2D, karena semua proses bisa dilakukan dalam 1 perangkat lunak komputer
  • Proses animasi 3D dibagi dalam 4 tahap
1.      Pembuatan model
2.      Penganimasian
3.      Pembuatan Tekstur
4.      Rendering 

1. Pembuatan Model
  • Tahap pembuatan obyek-obyek yg akan dibutuhkan pada proses animasi berikutnya
2. Penganimasian
  • Proses menggerakan karakter dalam animasi komputer tidak membutuhkan animator untuk membuat gerakan antara (inbetween) seperti dalam animasi tradisonal
  • Animator hanya menentukan kunci gerakan (keyframe) pd obyek yg akan digerakan
3. Pembuatan Tekstur
  • Proses ini menentukan karateristik sebuah materi obyek dari segi tekstur permukaannya.
  • Property yg bisa diaplikasikan pada obyek seperti reflectivity, traparency dan refraction
4. Rendering
  • Merupakan proses pengkalkulasian akhir dari keseluruhan tahapan dalam pembuatan gamabr 3D menjadi sebuah output
  • Cakupan rendering antara lain :
    1. Rendering gambar
    2. Rendering tampilan sementara (preview)
    3. Rendering animasi
    4. Output video
    5. Rendering wireframe
C.JENIS ANIMASI (II) ,ada 5 yaitu :
  1. Character Animation
  2. Motion Graphic Animation
  3. Visualization
  4. Visual Effect
  5. Interactive Animation
1. Character Animation
Character Animation merupakan tipe animasi yang menggunakan tokoh-tokoh mirip manusia atau hewan sebagai tokohnya.
  • Misalnya pada film Jurassic Park yang menggunakan animasi untuk menampilkan dinosaurus.
2. Motion Graphic Animation
Motion Graphic Animation merupakan tipe animasi yang menampilkan tulisan dan grafik
  • Misalnya penggunaan running text dalam iklan, Animasi logo coorporate dan Company Profile, dll
3. Visualization
Visualization merupakan jenis animasi yang menampilkan suatu rancangan yang secara nyata belum ada.
  • Misalnya saat kita ingin menampilkan bagaimana caranya obat maag bekerja dalam lambung mengobati gejala maag.
4. Visual Effect
Visual Effect adalah efek-efek khusus yang tidak mungkin diciptakan oleh kamera pada saat pengambilan gambar atau shooting.
  • Misalnya, pembuatan efek-efek ledakan atau bangunan yang runtuh.
5. Interactive Animation
  • Interactive Animation terbagi menjadi 2 bagian :
    1. Interactive Multimedia
    2. Game
Interactive Animation
  • Interactive Multimedia
Interactive Multimedia adalah Animasi ini digunakan pada Multimedia Interaktif atau VCD/DVD.
Contohnya adalah VCD Tutorial yang terdapat pada majalah komputer.
  • Game
       Game dibuat dengan proses yang lebih rumit yaitu dengan menambahkan 2 elemen, Game Engine dan Gameplay Programming.



      D. EFEK ANIMASI 2 DIMENSI

1.Timeline
Timeline berisi layer dan frame yang berfungsi untuk mengontrol objek yang akan dianimasikan.

      2.Layer
Layer adalah lembaran-lembaran film yang berisi gambar actor yang akan dianimasi.
Layer adalah bagian yang memungkinkan kita untuk memberikan nama atau identitas lain (Normal, Guide, Guided dan Mask) yang berguna untuk memberikan efek pada tampilan yang dibuat.
   
      3.Frame
Frame adalah bagian dari layer, tempat meletakkan gambar.
Frame digunakan utnuk menentukan jeda (tenggang) waktu obyek untuk beranimasi.
 
4.Keyframe
Keyframe adalah kunci dari berbagai frame dimana frame tersebut berisi gambar (gambar diam ataupun gambar beranimasi), dan sebagai tempat untuk meletakkan action script (bahasa program dari flash).
 
5.Blank keyframe
Blank keyframe artinya keyframe yang belum berisi objek, atau keyframe yang masih kosong.
4 
      6.Animasi Tween
Animasi Flash MX dapat membuat dua jenis animasi tween, yaitu :
1. Animasi Motion Tween :
Animasi Motion Tween adalah Sebuah animasi yang dibuat dengan menentukan properti posisi, ukuran, dan rotasi sebuah objek pada suatu titik.
 Animasi ini juga dapat dibuat mengikuti sebuah alur (path) nonlinear.
2. Animasi Shapes Tween
Animasi Shapes Tween  adalah Sebuah animasi yang dibuat dengan menggambar sebuah bentuk pada suatu titik.
Aplikasi ini akan menyisikan nilai-nilai atau bentuk-bentuk pada frame-frame diantaranya untuk membuat animasi.

PROSES PEMBUATAN FILM ANIMASI

Secara umum ada 3 proses dalam membuat film animasi yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi
Proses Membuat Film 2D
  • Ada dua proses pembuatan film animasi 2D :
  1. secara konvensional
  2. secara digital
1. Proses Produksi Film 2D Konvensional
Tahapan Proses Produksi Film 2D secara Konvensional, ada 3 yaitu :
  1. Pra-produksi
  2. Produksi
  3. Pasca-produksi
Kelebihannya :
  • Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan
  • Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional
  • Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya selesai.
  • Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi kadang-kadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah filmnya selesai dibuat.
Teknik  Secara Celluloid (konvensional)
  • Teknik Celluloid (cell) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik.
  • Setelah gambar menjadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement.
  • Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam.
  • Objek utama yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang statis.
  • Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja.
  • Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak.
a. Pra-produksi
1)      Ide Cerita,
2)      Skenario/ Naskah Cerita,
3)      Concept Art/Design Character
4)      Storyboard,
5)      Dubbing awal,
6)      Musik dan sound FX
b. Produksi
1)      Layout (Tata letak),
2)      Keymotion (Gerakan kunci/ inti),
3)      In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
4)      Clean Up (Membersihkan gambar dengan menjiplak)
5)      Background (Gambar latar belakang),
6)      Celluloid (Ditransfer keatas plastik transparan)
7)      Coloring (Mewarnai dengan tinta dan cat).
c. Pasca-produksi
1)      Composite,
2)      Camera Shooting (Gambar akan diambil dengan kamera, dengan mengambil frame demi frame),
3)      Editing,
4)      Rendering,
5)      Pemindahan film kedalam roll film.
2. Teknik Secara Digital Komputer
Tahapan Proses Produksi Film 2D secara Digital
  1. Pra-produksi
  2. Produksi
  3. Pasca-produksi
a. Pra-produksi
1)      Ide Cerita,
2)      Skenario/ Naskah Cerita,
3)      Concept Art/Design Character
4)      Storyboard,
5)      Dubbing awal,
6)      Musik dan sound FX
b. Produksi
1)      Lay out (Tata letak),
2)      Key motion (Gerakan kunci/ inti),
3)      In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
4)      Background (Gambar latar belakang),
5)      Scanning
6)      Coloring (Mewarnai dengan tinta dan cat).
c. Pasca-produksi
1)      Composite,
2)      Editing,
3)      Rendering,
4)      Pemindahan film kedalam berbagai media berupa VCDDVD, VHS dan lainnya.
TAHAPAN PRODUKSI Serial Animasi DIDI TIKUS
  1. Ide Cerita
  2. Penulisan Sinopsis
  3. Penulisan Skenario
  4. Mempersiapkan Kebutuhan Shooting
  5. Mempersiapkan Kebutuhan Animasi
  6. Melakukan Shooting
  7. Editing
  8. Mengerjakan Animasi
  9. Render 3D
  10. Compositing dan Render Compositing
  11. Editing  lagi  -> Final Tuning, Pemasangan Musik dan eleman Audio
A. Animasi 2D/traditional animation

1 Pra produksi.
Pra Produksi adalah tahapan sebelum produksi. Disini semua hal yang berkaitan dengan proses pembuatan karya animasi disiapkan. seperti membuat team,  membuat cerita, membuat naskah, membuat storyboard, exposure sheet, membuat animatic, merekam suara, membuat desain tokoh, merancang warna mood, dan seterusnya

2. Produksi
Produksi adalah tahapan dimulainya proses membuat karya animasi. Pada tahap ini dibagi menjadi beberapa divisi.
1.      KeyframeàBertugas membuat gambar atau gerakan kunci
contoh gambar keyframe dari buku the animators survival kit
2.      Inbetweenàbertugas meneruskan gambar dan gerakan yang sudah dibuat oleh keyframer.
contoh gambar breakdown/inbetween dari buku the animators survival kit
3.      Pencil testà gambar yang masih kasar dan belum sempurna tadi akan dilihat dulu hasilnya, dengan cara di scan dan kemudian di atur dengan software lalu ditayangkan/preview.
4.      Cleanupàmembersihkan garis gambar sehingga rapi dan enak dilihat.
Contoh gambar yang sudah di clean up (pada bagian tangan)
5.      Scanàmemindai gambar kedalam komputer
Scaner yang ada pag bar untuk menempatkan kertas animasi
6.      Colorà mewarnai gambar dengan menggunakan software
7.      Finishingàmemperbaiki timing animasi dan penyempurnaan. Misalnya menambahkan efek gambar, dll
8.      RenderàProject yang sudah selesai lantas di simpan dalam bentuk file movie

3. Pasca produksi
Pasca Produksi adalah bagian terakhir dari rangkaian proses pembuatan karya animasi.
Disini karya animasi tadi akan dipoles dan diedit sehingga menjadi sebuah karya utuh yang enak dilihat.

1. Compositing
Compositing adalah proses penggabungan hasil render dari tahap produksi sebelumnya yang membutuhkan keterampilan dalam video editing  misalnya penambahan transisi video misalnya durasi film beserta scene.
2. Color Correcting
Color Correcting adalah proses yang mengandung unsur berupa efek warna pada suatu gambar bergerak / tetap sehingga menghidupkan bahkan menghasilkan aura yang dapat mengubah panorama film sesuai mood .misalnya : Color Corrector, Color Channel, RGB Settings, Hue/Saturation, dan lainnya.
4. Dubbing / Musik / Sound Effects
Dubbing adalah proses penambahan suara pada film animasi. Ada yang terbiasa dengan merekam atau menambahkan audio pada tahap Pra-Produksi, Produksi, bahkan Paska Produksi. Hal ini bebas dilakukan jika film yang kita kerjakan adalah film animasi.
3. Final Output
Final Output adalah Proses puncak dari keseluruhan produktivitas pembuatan film Animasi 2D maupun 3D. Final Output bisa dilakukan dengan proses exporting atau rendering.

B. Animasi 3D
Pada dasarnya proses pembuatan film animasi 3d ini memiliki kesamaan proses dengan tahapan pembuatan animasi 2 dimensi, terutama pada tahapan pra produksi dan pasca produksinya. yang membedakan lebih spesifik adalah pada tahap produksi

1 Pra produksi.
Pra Produksi adalah tahapan sebelum produksi. Disini semua hal yang berkaitan dengan proses pembuatan karya animasi disiapkan. seperti membuat team,  membuat cerita, membuat naskah, membuat storyboard, exposure sheet, membuat animatic, merekam suara, membuat desain tokoh, merancang warna mood, dan seterusnya

2. Produksi
1.      Modelingà pembuatan objek  3dimensi yang nantinya akan dianimasikan. baik itu karakter tokoh atau objek properti lainnya
2.      Riggingàmelakukan seting terhadap objek 3D agar nantinya mudah dianimasikan. misalnya: memasang tulang untuk karakater, membuat ekspresi wajah untuk karakter, membuat roda mobil agar otomatis berputar sat digerakkan, dll
3.      Shadingàmembrikan kesan terhadap permukan objek. baik itu warna maupun tekstur dan juga pencahayaan.
4.      Layoutàmenata objek-objek yang akan dianimasikan sesuai dengan naskah untuk tiap scene.
5.      Animateàmenggerakkan setiap objek
6.      Simulation & dinamicàmenambahkan gerakan yang memerlukan simulasi khusus. misalnya kain, rambut, air, dll
7.      Effectàmenambahkan efek khusus yang diperlukan. misalnya efek kabut, efek cahaya, efek partikel, dll
8.      RenderàMenyimpan hasil akhir project dalam bentuk file movie.

3. Pasca produksi
Pasca Produksi adalah bagian terakhir dari rangkaian proses pembuatan karya animasi.
Disini karya animasi tadi akan dipoles dan diedit sehingga menjadi sebuah karya utuh yang enak dilihat.


 Terima kasih sudah mengunjungi blog kami
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar